Senin, 15 Februari 2010

Situs Kapal Punjulharjo dan Rejeki Melimpah


Terkait dengan Situs Kapal Punjulharjo, desa Punjulharjo banyak dikunjungi masyarakat dari seluruh pelosok Rembang bahkan dari daerah lain tak mau ketinggalan. Para pengunjung baik jalan kaki maupun kendaraan roda dua juga rombongan yang membawa mobil baik pribadi maupun carteran menuju lokasi Rt.01 Rw. I. Kesemuanya itu hanya ingin menyaksikan adanya penemuan Kapal yang konon memiliki cerita mistik selain nilai sejarah yang tinggi.
Karena pengunjung membludak sudah barang tentu banyak mendatangkan berkah buat masyarakat sekitar. Mulai dari jasa parkir, penjaja makanan dan minuman serta jasa dari pengambilan air yang ada dilokasi kapal dan dianggap bertuah (bagi mereka yang percaya).

Situs Kapal Punjulharjo, Satu-satunya bukti Indonesia Negara Maritim


Penemuan kapal yang diperkirakan peninggalan abad VII-XII SM menurut Mr. Manguin seorang ahli kapal dunia dari Perancis dan abad XIII SM versi Badan Konservasi Borobudur dan Balar merupakan satu-satunya bukti sejarah yang ada bahwa Indonesia adalah Negara Maritim. Dengan keberadaan tersebut sudah pasti Situs Kapal Punjulharjo merupakan aset Nasional bukan hanya Daerah dan merupakan benda cagar budaya yang harus dilindungi dan dilestarikan.

Tali Ijuk di Situs Kapal Punjulharjo


Menurut Siswanto, penelitian hingga tanggal 25 Juni diharapkan bisa merekonstruksi ulang teknik pembuatan perahu Situs Kapal Punjulharjo yang sambungan antar kayunya hanya direkatkan dengan tali ijuk.

Situs Kapal Punjulharjo Terutuh Yang Pernah Ada


Seperti yang dikatakan oleh Manguin bahwa Situs Kapal Punjulharjo spektakuler, terutuh yang pernah ada. Sepakat dengan Manguin adalah Siswanto, Kepala Balai Yogyakarta.
Siswanto menambahkan, hasil uji sampel itu juga mengukuhkan perahu itu sebagai situs arkeologi kelautan tertua dan terutuh yang pernah ditemukan di Indonesia. Pasalnya, situs perahu sbelumnya hanya tinggal beberapa papan dan tidak berbentuk perahu utuh seperti di Rembang.

Metode Karbon untuk Situs Kapal Punjulharjo


Menurut Gunadi, yang lebih valid lagi untuk keakuratan menentukan usia benda temuan, menggunaka metode karbon (carbon dating) yang dilakukan di laboratorium Badan Tenaga Atom dan Nuklir.
“Kita biasanya lebih yakin menggunakan metode karbon guna mengetahui usia situs yang ditemukan. Sampel temuan Situs Kapal Punjulharjo kita bawa ke laboratorium milik badan tenaga atom dan nuklir untuk diperiksa menggunakan karbon empat belas,”ujarnya.

Klenik Merebak


Sesuatu yang berbau kuno, kerapkali menimbulkan penyakit klenik kumat. Entah siapa yang memulai, pada hari kedua setiap pengunjung diberi kabar oleh para penjaga pintu masuk bahwa Situs Kapal Punjulharjo adalah peninggalan wali yang bisa untuk berobat alias berkhasiat.
Nyatanya, banyak sekali pengunjung yang membawa botol atau jirigen untuk diisi dengan air yang terus merembes di lambung kapal dan sekitarnya. Botol bekas minuman dan plastik milik bakul es pun laku keras untuk diisi dengan air asin nan pahit tersebut.

Minggu, 17 Januari 2010

Penemu perahu kuno situs punjulharjo terima penghargaan

Lima orang penemu perahu benda cagar budaya di desa Punjulharjo kecamatan Rembang yakni Mulyadi, Ahmad Sulkhan, Taefurrohman, Sudirman, Masrikan dan pemilik tanah lokasi itus, Maskuri, rabu (9/12) menerima tali asih uang sebesar Rp 16 juta dari Departeman Kebudayaan dan Pariwisata melalui Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa tengah, di Sasana Budaya, komplek rumah dinas Bupati Rembang.

Secara simbolis tali asih disampaikan perwakilan dari BP3, Hutomo kepada Kepala Dinas Kebudayan, Pariwisata, Pemuda dan Olah raga (Disbudpora) Rembang Sadono, mewakili Bupati diteruskan kepada Kepala Desa Punjulharjo, Nur Salim.

Hutomo dalam kesempatan tersebut menyampaikan, sesuai Undang Undang nomor 5 tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya, bahwa penemu kapal akan mendapat imbalan jasa sesuai dengan nilai benda tersebut.

Sementara itu Sadono, atas nama pemkab Rembang menyampikan apresiasi dan terimakasihnya kepada BP3 atas kepeduliannya memberikan imbalan jasa kepada penemu kapal. Penghargagan tersebut diharapkan memberikan kesadaran warga untuk melestarikan cagar budaya. Pemkab Rembang sendiri mempunyai komitmen untuk melestarikan benda-benda purbakala.

Seperti yang diketahui, pada tanggal 28 Juli 2008 lalu beberapa warga di desa Punjulharjo kecamatan Rembang ketika membuat tambak, secara tidak sengaja menemukan perahu kuno. Dari hasil identifikasi jenis kapal berasal dari abad ke 8 setara dengan pembangunan candi borobudur.

Penemuan tersebut terlengkap di Asia tenggara karena kondisi kapal masih utuh dibanding temuan di sejumlah negara lain. Bersamaan dengan perahu kuno ddalamya ditemukan pula kapak, tulang, tongkat ukir, tutup wakul dari kayu, mangkok pecahan, dan kepala patung batu.