Tampilkan postingan dengan label Situs Kapal Prasejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Situs Kapal Prasejarah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Januari 2010

Penemu perahu kuno situs punjulharjo terima penghargaan

Lima orang penemu perahu benda cagar budaya di desa Punjulharjo kecamatan Rembang yakni Mulyadi, Ahmad Sulkhan, Taefurrohman, Sudirman, Masrikan dan pemilik tanah lokasi itus, Maskuri, rabu (9/12) menerima tali asih uang sebesar Rp 16 juta dari Departeman Kebudayaan dan Pariwisata melalui Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa tengah, di Sasana Budaya, komplek rumah dinas Bupati Rembang.

Secara simbolis tali asih disampaikan perwakilan dari BP3, Hutomo kepada Kepala Dinas Kebudayan, Pariwisata, Pemuda dan Olah raga (Disbudpora) Rembang Sadono, mewakili Bupati diteruskan kepada Kepala Desa Punjulharjo, Nur Salim.

Hutomo dalam kesempatan tersebut menyampaikan, sesuai Undang Undang nomor 5 tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya, bahwa penemu kapal akan mendapat imbalan jasa sesuai dengan nilai benda tersebut.

Sementara itu Sadono, atas nama pemkab Rembang menyampikan apresiasi dan terimakasihnya kepada BP3 atas kepeduliannya memberikan imbalan jasa kepada penemu kapal. Penghargagan tersebut diharapkan memberikan kesadaran warga untuk melestarikan cagar budaya. Pemkab Rembang sendiri mempunyai komitmen untuk melestarikan benda-benda purbakala.

Seperti yang diketahui, pada tanggal 28 Juli 2008 lalu beberapa warga di desa Punjulharjo kecamatan Rembang ketika membuat tambak, secara tidak sengaja menemukan perahu kuno. Dari hasil identifikasi jenis kapal berasal dari abad ke 8 setara dengan pembangunan candi borobudur.

Penemuan tersebut terlengkap di Asia tenggara karena kondisi kapal masih utuh dibanding temuan di sejumlah negara lain. Bersamaan dengan perahu kuno ddalamya ditemukan pula kapak, tulang, tongkat ukir, tutup wakul dari kayu, mangkok pecahan, dan kepala patung batu.

Rabu, 08 Juli 2009

Situs Kapal Punjulharjo Gemparkan Dunia


BERTAHUN-tahun bekerja sebagai penggali tanah urug di Punjulharjo, Mulyadi, Sulkan, Tasuji, Dirman dan Mandor Bayan Jahuri, belum pernah menemukan benda yang aneh-aneh. Namun pada 28 Juli 2008 mereka dikejutkan oleh bongkahan kayu yang berujud kapal kuno. Tak ayal lagi, temuan di lokasi tanah urug milik H Masykuri itu menggegerkan warga Punjulharjo Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang Jawa Tengah dan sekitarnya. Laporan Wartawan Ali Shodiqin.
Awalnya para pekerja itu ragu, apakah temuan itu masih berujud kapal utuh. Setelah dicoba menggali secara merata dengan penuh hati-hati, maka berujudlah kapal itu. Kapal dengan panjang 16,5 M dan lebar 5 M itu akhirnya dilaporkan kepada Kepala Desa Punjulharjo H Nursalim.
Oleh kades Nursalim diteruskan ke Pemkab Rembang untuk ditindaklanjuti. Melalui Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya diberitahukan kepada Balai Arkeologi Yogyakarta guna diperiksa apakah Situs Kapal Punjulharjo benar-benar kuno dan bersejarah.
Balai Arkeolog segera mengirim peneliti madya, Drs Gunadi Mhum ke Rembang, didampingi stafnya Winarto.
Mengingat penemuan situs itu sebagai yang pertama kali dan dianggap penting untuk menggali khasanah sejarah masa lalu, maka Pemda memerintahkan kepada para penggali untuk menghentikan aktivitasnya mengeruk tanah sampai waktu yang tidak ditentukan.